“Buku Debat To’dopuli Mandar” menghadirkan perpaduan unik antara
kearifan lokal Mandar dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Nilai-nilai
utamanya terdiri dari Sipamandaq (saling menghargai), Sipakatau
(memanusiakan sesama), dan Siwaliparri’ (gotong royong), yang telah
dirumuskan secara khusus oleh tim penyusun agar selaras dengan konteks debat,
sehingga mampu menjadi fondasi etis sekaligus strategi belajar yang relevan.
Melalui pendekatan ini, siswa diajak memahami bahwa debat bukan sekadar adu
argumen, tetapi ruang pembentukan karakter yang santun, kritis, dan
kolaboratif.
Lebih dari sekadar panduan
teknik berdebat, buku ini menjadi sarana transformatif untuk menumbuhkan
keterampilan berpikir kritis, berbicara, dan bersikap etis dalam forum diskusi.
Dengan format Asian Parliamentary yang diperkaya nilai budaya, siswa
belajar menyampaikan gagasan dengan logis sekaligus berempati terhadap lawan
bicara. Buku ini dirancang tidak hanya untuk membekali generasi muda agar
unggul dalam kompetisi akademik, tetapi juga untuk membentuk pribadi yang
berkarakter kuat, beradab, dan siap menjadi pemimpin di tengah masyarakat yang
majemuk.

Buku
“Sound Governance dalam Pengembangan Pariwisata: Analisis Kebijakan, Tata
Kelola, dan Implementasi Strategis” membahas tentang pengembangan
pariwisata sebagai proses kebijakan publik dan manajemen strategis yang
menuntut tata kelola yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada nilai
publik. Buku ini menempatkan sound governance sebagai kerangka normatif
dan operasional utama untuk memahami bagaimana kebijakan pariwisata dirumuskan,
diimplementasikan, dan dievaluasi dalam konteks keberlanjutan, kompleksitas
aktor, serta dinamika global dan lokal.
Melalui
pembahasan konseptual, model pengelolaan, dan studi kasus implementatif di
berbagai destinasi Indonesia, mulai dari desa wisata, kawasan strategis
pariwisata, hingga destinasi urban, buku ini mengintegrasikan perspektif
manajemen, tata kelola kolaboratif, dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
Dilengkapi dengan analisis kebijakan, matriks operasional, serta model
strategis, buku ini dirancang untuk mendukung pembelajaran mahasiswa Magister
Pariwisata dan menjadi rujukan bagi praktisi serta pembuat kebijakan dalam
mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan responsif terhadap
tantangan masa depan.

Di
era di mana gawai telah menjadi “perpanjangan tangan” manusia, ruang dakwah
tidak lagi terbatas pada dinding-dinding masjid dan majelis taklim. Indonesia,
dengan lebih dari 212 juta pengguna internet, telah menjadi medan pertempuran
gagasan yang luar biasa dinamis. Namun, pertanyaannya: Sudahkah pesan-pesan
langit dikemas dengan cara yang relevan bagi telinga masyarakat digital?
Buku
ini hadir sebagai peta navigasi di tengah derasnya arus disrupsi informasi.
Buku ini membedah fenomena pergeseran perilaku audiens yang kini lebih memilih
mencari pencerahan melalui podcast dan konten audio on-demand. Buku
ini menjelaskan tentang strategi komunikasi, mulai dari Teori Difusi Inovasi
hingga Rahasia Viralitas Konten. Buku ini menunjukkan bahwa dakwah bukan sekadar
soal menyampaikan kebenaran, tetapi tentang seni mengetuk hati di ruang-ruang
privat pendengar.
Buku
ini bukan sekadar teori, melainkan sebuah panduan bagi para da’i, akademisi, dan mahasiswa untuk
meningkatkan life skill di jagat digital. Sebuah ajakan untuk
menghidupkan kembali tradisi dakwah yang inklusif, kreatif, dan berdampak luas.
Saatnya kita menjemput masa depan dan memastikan cahaya kebaikan terus menyala
di setiap telinga dunia.

Organisasi komputer adalah cabang ilmu yang mempelajari bagaimana
komponen-komponen utama dalam sebuah komputer bekerja dan saling terhubung
untuk menjalankan instruksi serta memproses data. Fokus kajiannya mencakup
struktur operasional komputer, hubungan antarperangkat keras (hardware),
serta cara perangkat tersebut diatur dan dikendalikan oleh perangkat lunak (software)
dan pengguna (brainware).
Dalam konteks ini, organisasi komputer melihat unit-unit operasional
komputer, seperti CPU (Central Processing
Unit), sistem memori, input/output (I/O), bus (jalur data),
dan interface, serta
bagaimana semuanya bekerja bersama untuk mewujudkan fungsi sistem komputer
sebagaimana ditentukan oleh arsitekturnya.
Secara sederhana, organisasi komputer menjelaskan implementasi fisik dan
proses internal komputer, misalnya bagaimana sinyal kontrol, transfer data, dan operasi internal dilakukan sehingga suatu instruksi dari program
dapat diproses menjadi hasil yang diinginkan.
