“Jejak
Bumi Jambi: Dari Samudra Purba ke Warisan Dunia Merangin” mengajak pembaca
menelusuri perjalanan panjang evolusi geologi kawasan Merangin, Jambi—sebuah
lanskap yang merekam dinamika bumi sejak ratusan juta tahun lalu hingga diakui
sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Buku ini membuka pemahaman bahwa
perbukitan karst, gua-gua purba, fosil flora Perem, dan bentang alam Sungai
Manau bukan sekadar keindahan alam, melainkan arsip alami sejarah bumi yang
bernilai ilmiah, ekologis, dan budaya.
Melalui
pembahasan geodiversity, geopark, dan sejarah tektonik Pulau Sumatra, buku ini
menjelaskan proses pembentukan daratan Jambi dari interaksi lempeng, terrane,
subduksi, hingga obduksi yang membentuk struktur geologi kompleks. Karst purba
Sungai Manau diuraikan sebagai bukti terangkatnya endapan laut jura–kapur ke
daratan, lengkap dengan sistem gua, morfologi kegelkarst, lembah allogenic,
serta jejak kehidupan laut purba yang memperkuat nilai ilmiah kawasan ini
sebagai laboratorium alam terbuka.
Tidak berhenti pada aspek geologi,
buku ini juga menempatkan warisan bumi Merangin dalam konteks geowisata
berkelanjutan, ketahanan ekologi, dan ekologi sosial. Peran masyarakat lokal,
kolaborasi multipihak, serta strategi konservasi dan pemanfaatan geoheritage
dibahas sebagai kunci menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan
kesejahteraan manusia. Dengan pendekatan ilmiah yang komunikatif, buku ini menjadi
referensi penting bagi akademisi, pendidik, pengelola geopark, wisatawan, dan
siapa pun yang ingin memahami serta mencintai warisan bumi Indonesia secara
lebih mendalam.

Kegawatdaruratan
maternal merupakan kondisi klinis yang bersifat kritis dan membutuhkan respons
cepat, tepat, serta terkoordinasi untuk mencegah terjadinya morbiditas dan
mortalitas ibu dan bayi. Dalam konteks ini, perawat memiliki peran sentral
sebagai tenaga kesehatan yang melakukan penilaian awal, stabilisasi kondisi
pasien, pengambilan keputusan keperawatan, serta kolaborasi interprofesional
dalam situasi gawat darurat.
Buku Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Maternal disusun
sebagai buku ajar yang membahas secara komprehensif konsep dan praktik
keperawatan gawat darurat maternal. Materi diawali dengan pendahuluan dan
konsep dasar keperawatan gawat darurat maternal, dilanjutkan dengan pembahasan
anatomi dan fisiologi kehamilan dalam kondisi gawat darurat sebagai landasan
pemahaman klinis. Buku ini juga menguraikan sistem triase dan penilaian awal
kegawatdaruratan maternal sebagai langkah krusial dalam menentukan prioritas
penanganan.
Selanjutnya, buku
ini membahas asuhan keperawatan gawat darurat pada berbagai kasus obstetri
emergensi, meliputi perdarahan maternal, hipertensi dalam kehamilan, ruptur
uteri, serta kehamilan ektopik terganggu. Setiap kasus disajikan dengan
pendekatan proses keperawatan yang aplikatif dan berorientasi pada keselamatan
pasien. Selain itu, buku ini juga mengulas secara khusus resusitasi maternal
dan neonatal dalam kondisi gawat darurat, yang menuntut keterampilan klinis
tinggi dan kerja tim yang efektif.
Sebagai penutup,
buku ini membahas aspek keselamatan pasien, etik, dan legal dalam keperawatan
gawat darurat maternal, yang menjadi landasan profesionalisme perawat dalam
memberikan pelayanan keperawatan yang aman, bertanggung jawab, dan bermutu.
Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi utama bagi mahasiswa keperawatan,
dosen, dan praktisi klinik dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan
menghadapi kegawatdaruratan maternal.

Tahukah Anda
bahwa nama Desa Wangandowo menyimpan kisah persahabatan dua tokoh sakti pembuat
irigasi? Atau bagaimana sebatang pohon beringin tua di tepi danau bisa
menyelamatkan satu desa dari bencana kekeringan? Dan benarkah mitos bahwa
memakan sayap ayam bisa menentukan jauh-dekatnya jodoh kita?
Kabupaten
Pekalongan bukan hanya tentang batik. Ia adalah rumah bagi ribuan cerita yang
bersembunyi di balik bukit, sungai, dan tradisi warganya.
Buku ini
menghimpun 50 Naskah Terpilih yang mengajak Anda menyelami kedalaman
kearifan lokal Kota Santri ini. Mulai dari legenda asal-usul desa, filosofi
unik di balik tradisi Mudun Lemah dan Rabu Pungkasan, hingga kisah-kisah
inspiratif tentang kuliner lokal.
Ditulis dengan
gaya bertutur yang hangat, Canting & Doa adalah jembatan yang
menghubungkan masa lalu yang penuh nilai dengan masa kini yang dinamis.
“Sebuah dokumentasi budaya yang wajib dibaca oleh siapa saja yang ingin
mencintai Kabupaten Pekalongan lebih dalam.”

Seberapa kuat harapan manusia jika berhadapan dengan
takdir dan semesta?
Di ambang kelulusan MTs, Afi berdiri di persimpangan
hidup yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Pilihan sekolah, tuntutan orang
tua, nilai-nilai agama, hingga perasaan cinta yang harus ia relakan—semuanya
datang bersamaan, memaksa Afi belajar tentang arti mengalah, ikhlas, dan
bertumbuh. Keputusan melanjutkan sekolah ke madrasah yang sama dengan
lingkungan lamanya memberinya rasa aman, namun juga menyisakan kegelisahan yang
tak mudah dipadamkan.
Di balik kehidupan sebagai santri dan siswi MA, Afi
menjalani hari-hari yang penuh warna: persahabatan baru, rindu pada keluarga,
disiplin pondok pesantren, serta kenangan manis sekaligus getir bersama
Rainan—sosok yang pernah menjadi tempat bersandar, tetapi harus dilepaskan demi
masa depan dan prinsip hidup. Setiap langkah yang ia ambil bukan tanpa luka,
namun justru dari situlah Afi belajar mengenal dirinya sendiri.
“Langkah yang Berat”
adalah kisah sederhana namun sarat makna tentang remaja yang sedang belajar
dewasa. Buku ini mengajak pembaca menyelami pergulatan batin seorang anak dalam
menghadapi pilihan hidup, pengorbanan cinta, serta keikhlasan menerima
kenyataan. Dituturkan dengan bahasa yang jujur dan dekat dengan realitas
remaja, buku ini menjadi cermin bagi siapa pun yang pernah merasa ragu,
terpaksa memilih, dan berusaha tetap melangkah meski hati belum sepenuhnya
siap.
Karena terkadang, satu langkah kecil yang kita ambil
dengan ikhlas mampu mengubah arah hidup selamanya.
